6 Makna Filosofi Tumpeng yang Perlu Anda Tahu


Nasi tumpeng adalah nasi yang berbentuk kerucut dan dilengkapi dengan lauk pauk yang lengkap. Namun tahukah Anda bahwa setiap bagian dari nasi tumpeng memiliki makna tersendiri. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern penyajian nasi tumpeng adalah bukti bahwa masyarakat masih sangat menghargai tradisi. Nasi tumpeng Jakarta banyak di pesan bagi orang yang tinggal di Ibu Kota.

6 Makna Filosofi Tumpeng yang Perlu Anda Tahu

Makna Nasi Tumpeng
Tumpeng berasal  dari kata yen metu kudu mempeng yang berarti bahwa pada saat keluar harus bersungguh-sungguh. Makna filosofis dari tumpeng ini yang menjelaskan kenapa tumpeng selalu disajikan pada saat perayaan tertentu atau acara tasyakuran. Lalu apa saja makna dari bagian-bagian tumpeng?

  1. Nasi
Nasi tumpeng selalu berbentuk kerucut. Ini bisa diartikan sebagai harapan agar memiliki hidup yang sejahtera dan sebagai simbol pengharapan agar hidup semakin sukses dan selalu sejahtera.

Nasi tumpeng biasanya berwarna putih dan kuning. Warna putih sendiri memiliki arti suci, bersih dan polos. Nasi tumpeng warna putih yang melambangkan niatan hati yang suci dan tulus biasanya disajikan pada saat upacara keagamaan.

Sedangkan warna putih memiliki arti kesucian, kegembiraan, kemuliaan serta rezeki yang melimpah. Kedua warna nasi tumpeng tentunya memiliki makna yang baik. Namun kini banyak tumpeng modern yang memiliki bermacam warna seperti hijau, merah atau warna lainnya.

  1. Ayam
Lauk hewani ini selalu disajikan bersama dengan nasi tumpeng. Umumnya ayam jantan yang dipakai untuk membuat ingkung ayam. Ayam menjadi simbol menyembah Tuhan dengan khusuk dengan hati yang tenang dimana ketenangan diri didapat dari mengendalikan diri dan bersabar.

Ayam jago yang biasa digunakan dalam tumpeng juga memiliki arti tersendiri. Ayam jago mempunyai makna untuk menghindari sifat-sifat sombong, congkak, merasa paling benar, dan tidak setia.

  1. Telur Rebus
Telur rebus merupakan salah satu hidangan yang penting dalam nasi tumpeng. Telur menggambarkan bahwa semua manusia memiliki fitrah yang sama. Telur yang disajikan biasanya belum dikupas dan sebelum memakannya kita harus mengupas terlebih dahulu.

Hal ini berarti bahwa kita harus merencanakan sesuatu agar hasil yang didapat sesuai dengan keinginan kita. Piwulang Jawa mengajarkan bahwa kita harus Tata, Titi, Titis dan Tatas yang berarti bahwa dalam bekerja kita harus memiliki etos kerja yang baik, terencana, teliti, tepat perhitungan dan diselesaikan dengan tuntas.

  1. Sayur Urap
Pelengkap lainnya dalam sajian nasi tumpeng adalah sayur urap. Sayur-sayur yang disajikan bermacam-macam seperti kangkung, bayam, kacang panjang, tauge dan bumbu urap. Sayur ini tentunya juga memiliki arti masing- masing.

Kangkung memiliki arti jinangkung atau melindungi. Bayam memiliki arti adem dan ayem. Kacang panjang diartikan sebagai pemikiran yang panjang dan jauh ke depan sedangkan tauge memiliki arti bahwa kita harus tumbuh dan berkembang. Bumbu urap sendiri memiliki arti urip atau mampu.

  1. Cabai Merah
Cabai merah dalam sajian tumpeng biasanya digunakan sebagai hiasan untuk mempercantik tampilan tumpeng. Cabai merah berarti sebagai api yang menerangi dan memberikan banyak manfaat bagi semua orang.

  1. Ikan
Ikan yang disajikan biasanya adalah ikan teri. Ikan teri umumnya digoreng menggunakan tepung. Ikan yang hidup di dalam laut ini memiliki kebiasaan bergerombol, dalam sajian nasi tumpeng ikan teri memiliki arti kerukunan dan dan kebersamaan.

Itulah 6 makna filosofi tumpeng yang perlu Anda ketahui.  Bagi Anda yang berada di Jakarta, Anda bisa memesan nasi tumpeng Jakarta di www.royaltumpeng.com, di sana menyediakan berbagai macam pilihan tumpeng untuk Anda.